Menyadari Bahwa Seseorang Adalah Temanku
Aku bukanlah seseorang yang pandai bersosialisasi, jangankan mengobrol untuk menyapa orang yang baru kukenalpun aku tidak berani. Ini membuatku nampak seperti hembusan angin atau lalu-lalang sepeda motor yang melintas dihadapan orang-orang. Hari-hariku memang selalu monoton, namun tak masalah karena itu juga nyaman bagiku. Berusaha menjalani hari demi hari sebaik mungkin tanpa kesalahan, dan juga tanpa gerakan yang sia-sia, menjadi salah satu prinsipku. Bukannya tak mempunyai teman, aku hanya memiliki sedikit diantaranya. Orang-orang yang menjadi teman awalku adalah teman-teman sewaktu masih di sekolah dasar. Pertemanan kami terasa erat, menurutku. Lingkungan yang dekat membuat hubungan pertemanan makin intim, dekat, dan solid, tak sungkan pun kami saling kenal dan sapa dengan keluarga-keluarga teman-teman kami. Nyatanya hubungan pertemanan kami, sekitar 8 orang laki-laki, lebih lama lagi dari yang dibayangkan. Kami kembali satu sekolah saat sekolah menengah pertama, walaup...