Kursi Plastik
![]() |
| Sumber gambar: magisdesign.com |
Hari itu adalah hari yang cerah di pagi hari, yang mana aku datang dengan penuh keraguan dan rasa inferior berlebih. Pada hari itu dan jam itu aku duduk di kursi plastik dengan perasaan terkejut dan juga ada sedikit rasa senang setelah hasil yang kudapatkan. Saat akan meninggalkan ruangan, aku menatap kembali kursi plastik itu dan berkata dalam hati, terimakasih aku akan melakukan yang terbaik mulai dari sekarang.
Dua, tiga bulan yang mana kurasa aku telah melakukan sebaik
apa yang kubisa, tibalah hari dimana aku kembali melihat dan duduk di kursi
plastik itu lagi. Kursi itu kosong tepat
di depan mataku, hingga beberapa menit kemudian seseorang mendudukinya. Lalu
hasil yang kudapat dari dalam ruangan itu sangat membuatku tak nyaman dan juga
kesal. Orang itu pergi meninggalkan ku dihadapan kursi plastik itu lagi, aku
menatapnya dan bertanya “apa yang terjadi?” Kurasa aku telah melakukan sebaik
apa yang kubisa, sesuai dengan apa yang menjadi tanggungjawabku.
Menit-menit selama orang tadi meninggalkanku, membuatku
hanya berdua dengan kursi plastik itu, saling menatap kosong, bertanya tanpa
adanya jawaban, memaki tak ada balasan. Hingga akhirnya orang itu datang
kembali dengan membawa lembaran-lembaran kertas, dan aku meletakan tanda tangan
di atas kertas putih itu.

Komentar
Posting Komentar