Pandangan
Kurasa orang-orang hanya memiliki dua pandangan terhadap seseorang yaitu baik dan buruk, mungkin bertambah satu yaitu kau tak terlihat olehnya. Baik atau buruknya pandangan tersebut sebenarnya bukanlah penilaian absolut yang dapat kita terima sepenuhnya. Awalnya pandangan baik yang diterima akan membuat (aku) senang, itu benar walaupun tidak sepenuhnya menurutku. Apa yang orang tanamkan melalui pandangan itu ibaratnya seperti penjara yang akan membelenggu dalam lingkaran setan yang tiada habisnya, entah itu baik atau buruk. Kau akan sulit untuk berubah karena pandangan tersebut ibarat sihir yang membuatmu menurut untuk menyamakannya.
Itu semua tidak berarti apapun, jika seseorang telah
memandangmu dengan pilihan ketiga, yaitu tak terlihat atau kau tak pernah
dianggap. Bagi sebagian orang ini bukanlah suatu masalah, kurasa aku juga
berpikir begitu. Namun ada yang membuat ketidaknyamanan muncul yaitu dimana banyak suara-suara disekitarmu yang hanya
berlalu lalang ditelinga, jika tidak mencul suara-suara itu mungkin pandangan
ketiga itu benar-benar tidak menjadi persoalan sedikitpun.
Lalu bagaimana aku memandang orang lain? Tentu saja dengan
pandangan baik dan buruk, namun untuk orang sepertiku pandangan yang kumiliki
lebih berjenjang dan bervariasi jika dibandingkan dengan orang pada umumnya.
Aku tak pernah memiliki pandangan ketiga itu, walaupun terlihat seperti
mengabaikan atau mengalihkan pandangan terhadap orang lain, sebenarnya aku
telah menyimaknya, dan aku juga mendengar dari suara-suara disekitarku. Jadi
tolong untuk tidak menilai diriku hanya dari pandangan yang kau dapat dari
matamu semata, kau masih memiliki Indera lain untuk menilainya.

Komentar
Posting Komentar