Lingkaran Bayangan

 Orang-orang buruk itu kembali! Kupikir aku telah berlari menjauh dari kumpulan itu, ternyata tidak karena kakiku masih terikat oleh sebuah tiang, ya tiang yang mereka sebut teman. Bias tentang pertemanan masih saja selalu buruk untukku, definisi teman yang kupahami dan yang mereka pahami barangkali berbeda. Apa yang kupahami sebagai orang asing dalam lingkungan yang sama namun mereka pahami sebagai teman. 

Berhenti membuang waktu dengan pembahasan atau janji yang sukar ditepati, itu terasa memuakkan. Makanlah saja syarat lengkapmu itu, aku tak akan pernah menjadi pengajak yang pertama. Kupikir aku adalah orang yang egois, namun setelah apa yang kulihat, aku mulai berpikir bahwa mungkin aku hanya seorang yang berprinsip. Aku tidak pernah menganggap segala hal berputar mengelilingiku, tak pernah kuselepekan siapapun, tidak pernah berpikir bahwa diriku adalah manusia yang memiliki jadwal penuh. Semua masih bisa kuatur jika itu tidak keluar dari prinsip dan tujuanku. 

Sialnya aku pernah mencoba percaya dengan orang-orang ini, hingga tersadar bahwa aku telah berada dalam hierarki, yang mana mengikuti dengan apa yang dikatakannya namun perkataanku diabaikan. Jadi berhentilah memasukkanku berulangkali ke dalam lingkaran itu, kalian tetap dilingkaran itu dan aku keluar tanpa sepatahkata, dan jangan menganggapku teman karena dalam definisiku kita hanyalah orang-orang yang kebetulan pernah ada di lingkungan yang sama.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merahkan Agustus

Menyadari Bahwa Seseorang Adalah Temanku

Titik Menakutkan